Kapanlagi.com – Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault mengatakan kriteria pemimpin nasional ke depan bukan soal usia tua atau muda, tetapi lebih kepada kompetensi dan pengalaman memimpin.
Ketika berbicara dalam diskusi bertema “RUU Pilpres dan Peluang Kaum Muda dalam Pilpres 2009″ di Jakarta, Selasa (5/8), Adyaksa Dault menyebut empat kriteria yang diperlukan oleh seorang calon pemimpin nasional.
“Empat kriteria itu adalah memiliki wawasan luas dan punya visi misi, bisa mengartikulasikan kepentingan rakyat, memiliki pengalaman organisasi yang cukup dan berakhlak baik,” katanya.
Adhayaksa yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, dengan semakin kuatnya wacana memunculkan tokoh tua maupun tokoh muda maka diharapkan ada kombinasi antara tokoh tua dan tokoh muda pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.
“Saya harap akan ada kombinasi, misalnya calon presidennya dari tokoh tua, tetapi calon wakil presidennya dari kalangan muda,” katanya.
Ketua Pansus RUU Pilpres Ferry Mursyidan Baldan dalam diskusi itu mengatakan, Pansus RUU Pilpres telah menyetujui batas minimal usai calon presiden, yakni 35 tahun, sedangkan untuk usia maksimal disepakati untuk tidak dibatasi.
Menurut dia, dari hasil jajak pendapat yang pernah dilakukan sejumlah lembaga survei, hingga kini figur-figur tua masih mendominasi dan belum banyak muncul figur muda yang mendapat cukup dukungan dari rakyat.
“Jadi, sebenarnya yang harus diwujudkan adalah adanya visi dan misi yang jelas dari calon presiden dan wakil presiden. Karenanya, forum debat antar capres atau cawapres menjadi penting. Seorang capres itu harus berani berdebat sehingga publik mengetahui kapasitasnya,” katanya.
Pembicara lainnya, pengamat politik CSIS Indra Jaya Piliang berpendapat, faktor usia kurang tepat jika dikaitkan dengan syarat calon presiden/wakil presiden karena tantangan sekarang berbeda dengan masa perjuangan ketika mencapai kemerdekaan.
“Dulu Bung Karno berusia sekitar 44 tahun ketika memimpin, demikian pula Bung Hatta dan Sjahrir yang juga masih muda, tetapi mereka merupakan orang-orang cerdas di zamannya dan tidak ada tokoh tua yang sekaliber mereka,” kata Indra yang segera menanggalkan statusnya sebagai pengamat politik karena akan bergabung dengan Partai Golkar sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2009.
Karena itu, katanya, perdebatan usia tua dan muda sebagai syarat calon pemimpin nasional tidak akan banyak manfaatnya.
Senada dengan itu, pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris menilai, selama agenda serta visi dan misi calon presiden tidak jelas maka tidak relevan mendiskusikan soal syarat usia calon presiden/wakil presiden.
“Yang paling relevan adalah agenda apa yang ditawarkan kepada publik,” katanya.
Selain Adyaksa Dault, Ferry Mursyidan, Indra J Piliang, dan Syamsuddin Haris, pembicara lain yang tampil dalam diskusi tersebut adalah tokoh muda PDIP yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait, Ketua Fraksi PKS DPR Mahfud Siddiq, serta mantan petinggi TNI Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi. (kpl/rif)
Filed under: News


