Pidato tak tertulis Soekarno di depan Dokuritu Zyunbi Tyoosakai pada tanggal 1 Juni 1945 ketika sidang membicarakan “Dasar (Beginsel) Negara kita”. Sumber: http://www.munindo.brd.de.
Keterangan dari situs sumber: “Disalin dari buku LAHIRNYA PANCASILA, Penerbit Guntur, Jogjakarta, Cetakan kedua, 1949 Publikasi 28/1997 LABORATORIUM STUDI SOSIAL POLITIK INDONESIA”
Perhatian: Subbagian dibuat hanya untuk memperjelas bagian pidato!
Paduka tuan Ketua yang mulia!
Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya.
Filed under: Article | Tinggalkan sebuah Komentar »
JAKARTA, KAMIS – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara tegas mendukung rencana pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (Ala) dan Provinsi Aceh Barat Selatan (Abas), berpisah dari provinsi induknya yakni Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
INILAH.COM, Jakarta – Berbagai persiapan terus dilakukan PDIP menghadapi Pemilu 2009. Salah satunya dengan melatih 120 kader muda Taruna Merah Putih yang akan diterjunkan menggalang dukungan dari suara anak muda.
Taruna Merah Putih didirikan sejumlah orang muda yang punya semangat dan kepedulian mewujudkan “masyarakat Indonesia yang berjiwa merdeka.” Merdeka dari kemiskinan, kebodohan… dan merdeka dari keterbelakangan dalam tatanan masyarakat global.

